Rabu, 06 Mei 2009

Guruku Berhati Samudra


Dia...
Sendiri...Tapi tak merasakan sepi..
Selalu tampak penuh peluh,tapi tak pernah mengeluh...
Tertatih...tapi tak pernah merasakan letih...
Dia...
tak pernah berkata "ah...Aku lelah..."
Baginya, kami adalah jiwa dan raganya..
Jiwanya...ya,
kami adalah jiwanya...Jiwa yang haus pada kepingan-kepingan ilmu
yang terhimpun dalam tiap bait kata-kata dan pesan darinya...
Kami adalah raganya!!!
Kami adalah bagian dari raganya...
Dia...
Merasakan apa yang kami rasakan...
Dia...
Menagis kala sang nasib tak berpihak kepada kami...
merengkuh tubuh-tubuh kecil ini
ke dalam bentangan masa depan yang selalu nampak indah...
Dia...
Tersenyum...
Tertawa...
kala bibir-bibir kecil kami dengan lantang meneriakkan
"Ya...!!! Kami adalah generasi Rabbani!!!
Dia...
dan mengalirlah derasnya kebahagian itu dari sudut matanya...
butir-butir bening yang tak dapat ditahannya..
hangat di tiap tetesnya adalah bukti cintanya pada kami...
Dan...
Dialah...
Guruku Berhati Samudera..

Minggu, 12 April 2009

Stress


Stress adalah kehidupan. Stress adalah sesuatu yang menyebabkan tekanan mental, fisik, maupun spiritual. Artikel ini ngga akan ngebahas faktor-faktor penyebab stress itu sendiri, juga resep dokter :). Kalo anda sekarang lagi merasa stress, apakah karena seseorang ataupun karena online eraning yang stuck disitu-situ aja, hehe, well, you’re not alone. Diperkirakan terdapat 75 sampai dengan 90 persen ( di Amerika ) yang berobat ke psikiater untuk masalah ini.
Mau ke psikiater ? mahal lho ?, hehe, sebelum ke psikiater, ada baiknya menyimak tips-tips dibawah ini :


1. Tanya Allah, Dia selalu mendengarkan : Berdo’a.


Alihkan segala macam kegelisahan, ketakutan ke dalam bentuk Do’a. Allah Mendengar dan sebenarnya sudah mengetahui kegelisahan di hati kita, tetapi Dia mau kita supaya meminta apa yang kita inginkan.
Nabi Muhammad SAW pernah berkata berkata : Allah SWT murka terhadap manusia yang tidak pernah meminta sesuatu apapun dari-Nya
Allah menginginkan kita untuk lebih spesifik dalam do’a yang kita panjatkan. Nabi Muhammad menganjurkan umatnya agar berdo’a lebih spesifik daripada memanjatkan do’a yang ‘bersifat umum’.
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas ( 7 : 55 )
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. ( 7 : 56 )


2. Ikat tali unta mu. Do your part


Suatu hari Nabi Muhammad SAW, melihat si Fulan meninggalkan unta nya tanpa mengikatnya terlebih dahulu. Lalu Nabi bertanya kepada si Fulan, “Kenapa kamu di mengikat unta mu?”, lalu si Fulan menjawab, “Saya telah menaruh kepercayaan saya pada Allah SWT”. Lalu Nabi berkata, “Ikat dulu unta-mu, lalu serahkan semuanya kepada Allah SWT”.
Meskipun kita, sebagai
Muslim, mengetahui bahwa segala sesuatu di dunia ini diatur sepenuhnya oleh Allah, kita tetap bertanggung jawab untuk mengambil pilihan yang tepat dan mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan kita
Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan ( 13 : 11 )


3.Ingat, tanggung jawab manusia itu terbatas.


Ketika kita harus memikul tugas dan kewajiban kita sebagai manusia, jangan lupa kalau anda tidak bisa mengontrol output dari tugas tersebut. Bahkan Nabi tidak bisa mengontrol output dari suatu usaha / pekerjaan. Beberapa ada yang berhasil, ada yang gagal.
Jika sudah melaksanakan tugas dengan baik, serahkan semuanya kepada Allah. Bagaimanapun output / hasil nya, setidaknya kita sudah dapat pahala karena telah menjalankan kewajiban kita untuk menjalankan tugas tersebut.


4. Bersosialisasi-lah dengan banyak orang


Kita tidak sendirian, Muslim tidak sendirian. Adanya jutaan orang ber-ahlak baik diluar sana yang bukan Muslim, yang mempunyai hati dan pikiran yang tulus. Orang-orang ini lah yang bisa men-support kita, secara individual atau pun kelompok.


5. Bersyukur


Manghitung seberapa banyak nikmat yang telah kita dapatkan, menyadarkan kita bahwa kita merupakan golongan yang beruntung dibandingkan dengan jutaan manusia yang tidak bernasib sebaik kita. Apakah itu dalam hal kesehatan, keluarga ataupun finansial.
Sikap bersyukur dapat membantu kita untuk lebih mudah bersikap positif dalam menjalankan kehidupan sehari-hari kita yang selalu penuh tantangan dan cobaan.
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” ( 14 - 7 )